Sudah barang tentu tidak ada
yang ingin mendulang hasil buruk saat ujian berlangsung. Idealnya memang harus mempersiapkan
diri sebaik mungkin dengan belajar dan berdoa agar hasil ujian tak
mengecewakan. Namun bagaimana bila sudah terlanjur bersantai sehingga waktu
ujian sudah mepet ? mereka yang sadar kesalahan tentu akan menggunakan
sisa-sisa waktu yang ada untuk mengejar ketertinggalan. Dengan begitu, hasil
ujian yang diraih pun tidak akan jelek-jelek amat. Akan tetapi bila ternyata
mereka tak sadar juga, ujung-ujungnya pasti sudah bisa ditebak yaitu mereka
akan bertindak curang untuk menutupi kelemahannya.
Kecurangan biasa yang terjadi dalam mengerjakan soal
bisa berwujud menyontek atau mencari bocoran soal dan jawaban. Memang tidak
masuk dalam kategori kejahatan kriminal yang bisa menyeret pelakunya dalam
penjara, namun bisa tidak menyeret pelakunya dalam neraka ? tentu sangat bisa,
karena kedzoliman sekecil biji sawi pun akan dimintai pertanggungjawaban kelak.
Untuk itu kita sebagai muslim harus
senantiasa menjaga diri dari hala-hal seperti itu, apa iya, umat terbaik
didunia suka mencontek saat ujian ? Duh memalikan sekali……
Aneh-aneh untuk Juara
Yang lebih memilukan, seringkali demi titel juara
banyak saudara kita yang terjerumus dalam tindak kesyirikan. Ada yang tak
segan-segan pergi ke dukun untuk mengetahui kunci jawaban yang akan keluar pada
saat ujian. Mbah dukun yang tak
tahu-menahu pun akhirnya pasang tampang tahu biar nggak kelihatan nggak tahu.
Toh kalo mbah dukun bohong pun sikorban nggak bakalan tahu. Dan pasti banyak
bohongnya deh. Nah kalo begini berarti sudah jatuh ketiban beton lagi. Loh kok
beton ? iya, sudah merugi karena ditipu di dunia plus rugi secara materi masih
ditambah nanggung dosa kesyirikan karena
percaya pada dukun. Apa nggak benar-benar merugi tuh ?????
Kelakuan aneh demi titel juara juga seringkali membuat
pelakunya menjadi tak rasional. Ada yang membakar buku pelajaran lalu abunya
dicampur air lalu diminum. Tujuannya agar materi yang tercatat dalam buku
pelajaran tersebut bisa encer dala otak sehingga tak perlu belajar karena
materi sudah ada dalam pikiran. Kita yang punya akal sehat tentu akan
mengenyitkan dahi , “apa bisa seperti itu ?” ya, namanya orang sudah kepepet.
Hal tak rasinal pun dilakukan untuk meluluskan misi. Namun pada kenyataannya,
abu yang dicampur air tak larut dalam air. Justru perut mules gara-gara minum
air campur abu. Ini benar loh, pernah terjadi di daerah lereng gunung merapi.
Akal
untuk menjadi juara juga seringkali dilakukan dengan cara-cara yang melanggar
hukum. Contohnya adalah dengan membeli bocoran kunci jawaban. Memang resiku
perbuatan yang satu ini bisa sabgat berat karena sangat mungkin menyeret
pelakunya ke penjara. Namun karena uang sudah berbicara, seringkali mereka yang
membocorkan dan menerima bocoran tetap saja aman. Tidak adil memang, tapi
inilah yang seringterjadi beberapa waktu menjelang ujian sekolah. Memang tidak
bisa asal tuduh, namun fenomena ini sudah rahasia banyak orang.
Joki Bermuka Dua
Kecurangan yang sering kita temui dalam setiap uian
adalah kehadiran joki yang menjadi pengganti peserta utama. Maksudnya yang
mengerjakan soal bukanlah peserta yang namanya tercantum dalam daftar ujian
melainkan orang yang mengaku bernama seperti itu. Biasanya orang yang menjadi
joki, adalah orang yang dianggap memiliki kemampuan diatas rata-rata. Para joki
akan dibayar mahal apabila si “korban” berhasil mendapatkan hasil memuaskan
dalam ujian yang dilakukan. Kalo tidak ketahuan memang “aman” di dunia, namun
kalo ketahuan tentu sangat berbahaya. Pertengahan tahun 2000 yang lalu pernah
ada beberapa mahasiswa yang dikeluarkan dari almamaternya karena menjadi joki.
Bagaimana dengan kamu ? semoga tidak..
Joki juga bisa bewujud sebagai agen pemulus untuk
mendapat gelar juara. Si”korban” akan ditawari untuk membayar sjumlah uang bila
ingin menjadi juara. Nah mereka yang lemah iman tentu akan menerima tawaran
menarik seperti ini. Mereka tak perlu susah-susah berusaha dan belajar karena
nama mereka otomatis sudah tercantum sebagai juara. Biasanya, mereka yang
melakukan hal ini berasal dari kalangan orang berduit namun ada juga dari
kalangan pas-pasan dengan jalan hutang. Huffff capek deh jadinya,……
Bukan Golongan Kami
Semua bentuk kecurangan dalam kehidupan adalah
terlarang alias haram hukumnya, termasuk mencontek ketika ujian berlangsung.
Dan Rasulullah pun pernah bersabda : “Barang
siapa yang mencurangi kami maka bukan termasuk golongan dari kami.
Sabda Rasulullah SAW ini mencakup ujian dan masalah
lain. Selain itu, kecurangan tidak akan pernah menguntungkan dan merupakan
sebuah penipuan kepada diri sendiri .
Makanya alangkah
bijaksananya jika kita bisa menghindari kecurangandalam ujian daan sebagainyaa.
Terlebih hanya untuk urusan yang bersifat duniawi yang begitu remeh.
Tiada arti kesuksesan yang diraih dengan gaya curang dan
tipu menipu. Karena kesenangan sesaat tidak bisa dibandingkan dengan penyelesaian
berkepanjangan di akhirat. Pada saat perhitungan amal ditegakkan…Waspadalah !!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar